Jumat, 10 Oktober 2014

psikologi manajen

A.         Pengantar

1.      Definisi manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang artinya  seni  melaksanakan dan mengatur. Menurut Mary Parker Follet,  manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Ricky W. Griffin menyatakan bahwa sebuah proses perencanaan pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

2.      Definisi kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perilaku, pikiran, dan sikap dari sekelompok orang, baik secara langsung ataupun tidak langsung tanpa adanya paksaan dari pemimpin mereka tetapi karena mereka mau melakukannya dengan sukarela.
B.          Perencanaan penetapan manajemen

1.      Definisi perencanaan

Perencanaan adalah suatu tindakanm pemikihan yang terbaik atau menguntungkan dari berbagai alternatif dalam usaha pencapaian tujuan. Adapun menurut W.H. Newman menyatakan bahwa, perencanaan adalah keputusan yang akan dikerjakan untuk waktu yang akan datang atau rencanan yang diproyeksikan dalam suatu tindakan. Namun berbeda dengan MC. Farland mengungkapkan, perencanaan meruupakan fungsi dimana pimpinan kemungkinan menggunakan pengaruh dari pada kewenanangannya yang dapat mengubah tujuan dan kegiatan di organisasi.


2.      Langkah-langkah menyusun perencanaan

1.    Menetapkan sasaran : Kegiatan perencanaan dimulai dengan menetapkan apasaja yang ingin dicapai oleh organisasi, tanpa dasar yang jelas, sumber daya yang ada akan meluas menyebar dengan menetapkan prioritas dan merinci serta mengkalkulasi sasaran secara jelas.
2.    Merumuskan posisi organisasi : Posisi organisasi saat ini diman pimpinan harus tahu dengan posisi organisasinya saat ini.
3.    Mengidentifikasi berbagai faktor : Mengetahui factor-faktor pendukung dan penghambat selanjutnya perlu diketahui factor-faktor baik dari dalam maupun yang datang dari luar.
4.    Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran : Langkah terakhir dalam menyusun perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternative atau langkah yang diambil untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

3.      Manfaat menyusun perencanaan dalam manajemen

1.      Standar pelaksanaan dan pengawasan
2.      Pemilihan berbagai alternatif terbaik
3.      Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
4.      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
5.      Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
6.      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait
7.      Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti
8.      Mempermudah aktifitas kebutuhan kita

4.      Menjelaskan jenis perencanaan dalam manajemen

1.      Perencanaan startegis
Suatu proses dimana eksekutif atau top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan.
2.      Perencanaan taktis
Proses berkelanjutan yang bertujuan dalam waktu dekat merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem.
3.      Perencanaan operasional
Perencanaan yang dilakukan pada karyawan tingkat terendah dalam organisasi.

C.          Pengorganisasian struktur manajemen

1.      Definisi struktur organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
2.     Contoh struktur organisasi dalam suatu perusahaan


3.      Menjelaskan pengorganisasian sebagai fungsi manajemen yang meliputi struktur formal dan informal
1.      Organisasi formal
kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2.      Organisasi informal
kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

4.  Manfaat struktur fungsional dan divisional
1.      Kelebihan fungsional
1. efisiensi melalui spesialisasi
2. komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
3. mempertahankan tingkat pengendaslian strategi pada level puncak
4 mempermudah pengukuran output dan hasil dari tiap fungsi

2.   kelebihan divisional
      1. koordinasi anatara fungsi menjadi lebih mudah dan cepat
      2. mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan
      3. spesialisasi pada setiap divisi dapat dipertahankan
      4. kesempatan karir lebih terbuka
3.   kerugian fungsional
      1. dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antara fungsi
      2. mengakibatkan sulitnya antara bbidang-bidang fungsional
      3. dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antara fungsi
      4. identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis dapat membuat  perubahan jadi sulit
4.   Kerugian divisional
1.      Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional
2.      Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antara divisi

3.      Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar